1
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut
Sukardjo (2002: 112) “Bila zat cair didinginkan, gerakan teranalisasi
molekul-molekul menjadi lebih kecil dan gaya tarik molekul semakin besar
hingga setelah mengkristal molekul mempunyai kedudukan tertentu di
dalam kristal. Panas yang terbentuk pada kristalisasi disebut panas
pengkristalan.”
Menurut
Oxtoby (2003: 216) “Dalam pemurnian tembaga secara elektrolitis banyak
lempeng-lempeng tembaga tak murni, yang berfungsi sebagai anode,
diselingi dengan lembaran tipis tembaga murni (katode). Keduanya
dicelupkan ke dalam larutan encer tembaga yang bersifat asam sewaktu
tembaga dioksidasi dari anode tak, tembaga ini memasuki larutan dan
bergerak ke katode, dan di sini membentuk lapisan dalam yang lebih
murni.”
Menurut
Mendham (2004: 472) “Faktor-faktor yang menentukan dalam analisis
pengendapan adalah endapan dapat diubah menjadi zat murni dengan
komposisi tertentu. Pengendapan dilakukan dalam larutan panas. Pada
temperatur yang tinggi kecepatan kristalisasi bertambah, jadi
menimbulkan kristal yang terbentuk lebih baik.
Menurut
Dorensbqura (1987: 648) “Pada tekanan udara yang rendah zat padat guna
bisa berlangsung menjadi bentuk gas, proses ini dinamakan sublimasi”.
TIJAUAN PUSTAKA
2.1. Definisi dan Penggolongan Campuran
Campuran terbentuk dari dua
zat atau lebih zat berlainan yang masihmempunyai sifat zat aslinya. Dalm
kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai campuran. Misalnya air sungai, tanah,
udara, makanan, minuman, dan lain-lain. Campuran dibagi menjadi dua yaitu :
a.
Campuran homogen
Campuran homogen adalah
penggabungan 2 zat tunggal atau lebih yang semua partikelnya menyebar merata
sehingga membentuk 1 fasa. Yang disebut 1 fasa adalah zat yang sifat
komposisinya sama antara satu bagian dengan bagian yang lain didekatnya.
Contohnya gula dan air, rasa manis air gula disemua bagian bejana sama, baik
diatas , dibawah, maupun dipinggirnya. Karena begitu kecil dan meratanya partikel
gula sehingga tidak dapat dilihat walaupun dengan mikroskop. (Syukri: 5, 1999)
b.
Campuran Heterogen
Campuran heterogen adalah
penggabungan yang tidak merata antara 2 zat tunggal atau lebih sehingga
perbandingan komponen yang satu dengan yang lainnya tidak sama diberbagai
bagian bejana. Contohnya campuran air dengan minyak tanah. Pada mulanya kedua
zat tidak bercampur, tetapi setelah dikocok dengan kuat minyak meyebar dalam
air berupa gelembung-gelembung kecil. Pada gelembung hanya terdapat minyak,
sedangkan yang lain adalah air. Jadi minyak tidak menyebar merata seperti gula
dan air. Dengan kata lain, dalam campuran heterogen masih ada bidang batas
antara kedua komponen atau mengandung lebih dari 1 fasa. (Syukri S, 1999)
BAB 2
TINJAUAN
PUSTAKA
Pemisahan dan pemurnian adalah
proses pemisahan dua zat atau lebih yang saling bercampur serta untuk
mendapatkan zat murni dari suatu zat yang telah tercemar atau tercampur.
Campuran adalah setia contoh materi yang tidak murni, yaitu bukan sebuah unsur
atau sebuah senyawa. Susunan suatu campuran tidak sama dengan sebuah zat, dapat
bervariasi, campuran dapat berupa homogen dan heterogen.
(Ralph H Ptrucci-Seminar, 1996, Kimia Dasar Jilid
1)
Campuran merupakan suatu
materi yang dibuat dari penggabungan dua zat berlainan atau lebih menjadi satu
zat fisik. Tiap zat dalam campuran ini tetap mempertahakan sifat-sifat aslinya.
Sifat-sifat asli campuran :
-
Campuran
terbentuk tanpa melalui reaksi kimia.
-
mempunyai
sifat zat asalnya
-
Terdiri
dari dua jenis zat tunggal atau lebih.
-
Komposisinya
tidak tetap.
Campuran terbagi menjadi dua
(2) bagian, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.
Campuran homogen (larutan)
adalah campuran unsur-unsur dan atau senyawa yang mempunyai susunan seragam
dalam contoh itu tetapi berbeda susunan dari contoh lain, selain itu juga
merupakan penggabungan zat tunggal atau lebih yang semua partikelnya menyebar
merata sehingga membentuk satu fase. Yang disebut satu fase adalah zat dan
sifat komposisinya sama antara satu bagian dengan bagian lain didekatnya dan
juga campuran dapat dikatakan campuran homogen jika antara komponennya tidak
terdapat bidang batas sehingga tidak terbedakan lagi walaupun menggunakan
mikroskop ultra. Selain itu campuran homogen mempunyai komposisi yang sama pada
setiap bagiannya dan juga memiliki sifat-sifat yang sama diseluruh cairan.
Campuran heterogen adalah
campuran yang komponen-komponennya dapat memisahkan diri secara fisik karena
perbedaan sifatnya dan penggabungan yang tidak merata antara dua zat tunggal
atau lebih sehingga perbandingan komponen yang satu dengan yang lainnyatidak
sama diberbagai bejana. Dan juga campuran dapat dikatakan campuran heterogen
jika antara komponennya masihterdapat bidang batas dan sering kali dapat
dibedakan tanpa menggunakan mikroskop, hanya dengan mata telanjang, serta
campuran memiliki dua fase, sehingga sifat-sifatnya tidak seragam.
(Ralph H Petrucci-Seminar, 1987. kimia dasar 1)
Campuran dapat dipisahkan
melalui peristiwa fisika atau kimia. Pemisahan secara fisika tidak mengubah zat
selama pemisahan, sedangkan secara kimia, satu komponen atau lebih direaksikan dengan zat lain sehingga dapat dipisahkan.
Cara atau teknik pemisahan
campuran bergantung pada jenis, wujud, dan sifat komponen yang terkandung
didalamnya. Jika komponen berwujud padat dan cair , misalnya pasir dan air,
dapat dipisahkan dengan saringan. Saringan bermacam-macam, mulai dari yang
porinya besar sampai yang sangat halus, contohnya kertas saring dan selaput
semi permiabel. Kertas saring dipakai
untuk memisahkan endapan atau padatan dari pelarut. Selaput semi permiabel dipakai
untuk memisahkan suatu koloid dari pelarutnya.
(Syukuri S. 1999, Kimia Dasar 1)
Karena perbedaan keadaan
agregasi (bentuk penampilan materi) sangat mempengaruhi metode pemisahan dan
pemurnian yang diperlukan, maka diadakan pembedaan :
a. Memisahkan zat padat dari suspensi
suspensi adalah sistem yang
didalamnya mengandung partikel sangat kecil (padat), setengah padat, atau
cairan tersebutr secara kurang lebih seragam dalam medium cair.
Suatu suspensi dapat
dipisahkan dengan penyaringan (filtrasi) dan sentrifugasi.
-
Penyaringan
(filtrasi)
Operasi ini adalah pemisahan endapan dari
larutan induknya, sasarannya adalah agar endapan dan medium penyaring secara
kuantitatif bebas dari larutan. Media yang digunakan untuk penyaring adalah:
-
kertas
saring
-
penyaring
asbes murni atau platinum
-
lempeng
berpori yang terbuat dari kaca bertahanan misalnya pyrex dari silika atau
porselin.
- Sentrifugasi (pemusingan)
Sentrifugasi dapat digunakan untuk
memisahkan suspensi yang jumlahnya sedikit. Sentrifugasi digunakan untuk
memutar dengan cepat hingga gaya sentrifugal beberapa kali lebih besar daripada
gorsa berat, digunakan untuk mengendapkan partikel tersuspensi.
b. Memisahkan zat padat dari larutan
Zat terlarut padat tidak dapat dipisahkan
dari larutannya dengan penyaringan dan pemusingan (sentrifugasi). Zat padat
terlarut dapat dipisahkan melalui penguapan atau kristalisasi.
-
Penguapan
Pada penguapan, larutan dipanaskan sehingga
pelarutnya meninggalkan zat terlarut. Pemisahan terjadi karena zat terlarut
mempunyai titik didih yang lebih tinggi daripada pelarutnya.
-
Kristalisasi
Kristalisasi adalah larutan pekat yang
didinginkan sehingga zat terlarut mengkristal. Hal itu terjadi karena kelarutan
berkurang ketika suhu diturunkan. Apabila larutan tidak cukup pekat, dapat
dipekatkan lebih dahulu dengan jalan penguapan, kemudian dilanjutkan dengan
pendinginan melalui kristalisasi diperoleh zat padat yang lebih murni karena komponen
larutan yang lainnya yang kadarnya lebih kecil tidak ikut mengkristal.
-
Rekristalisasi
Teknik pemisahan dengan
rekristalisasi (pengkristalan kembali) berdasarkan perbedaan titik beku
komponen. Perbedaan itu harus cukup besar, dan sebaiknya komponen yang akan
dipisahkan berwujud padat dan yang lainnya cair pada suhu kamar. Contohnya
garam dapat dipisahkan dari air karena garam berupa padatan. Air garam bila
dipanaskan perlahan dalam bejana terbuka, maka air akan menguap sedikit demi
sedikit. Pemanasan dihentikan saat larutan tepat jenuh. Jika dibiarkan akhirnya
terbentuk kristal garam secara perlahan. Setelah pengkristalan sempurna garam
dapat dipisahkan dengan penyaring.
(Syukri S.
1991. Kimia Dasar 1)
c. Memisahkan campuran zat cair
Zat cair dapat dipisahkan dari campurannya
melalui distilasi. Campuran dua jenis cairan yang tidak saling melarutkan dapat
dipisahkan dengan dekantasi dan coronh pisah.
-
Distilasi
Dasar pemisahan dengan distilasi adalah
perbedaan titik didih dua cairan atau lebih. Jika canpuran dipanaskan maka
komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Dengan
mengatur suhu secara cermat kita dapat menguapkan dan kemudian mengembunkan
komponen demi komponen secara bertahap. Pengmbunan terjadi dengan mengalirkan
uap ketabung pendingin. Contohnya memisahkan campuran air dan alkohol. Titik
didih air dan alkohol masing-masing 100˚C dan 78˚C. Jika campuran dipanaskan
(dalam labu destilasi) dan suhu diatur sekitar 78˚C, maka alkohol akan menguap
sedikit demi sedikit. Uap itu mengembun dalam pendingin dan akhirnya didapatkan
cairan alkohol murni.
(Syukri S. 1999. Kimia Dasar 1)
-
Dekantasi
(pengendapan)
Dekantasi (pengendapan) merupakan proses
pemisahan suatu zat dari campurannya dengan zat lain secara pengendapan
didasarkan pada massa jenis yang lebih kecil akan berada pada lapisan bagian
bawah atau mengendap, contohnya air dan pasir. selain itu zat terlarut (yang
akan dipisahkan) diproses diubah menjadi bentuk yang tak larut, lalu dipisahkan
dari larutan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan endapan:
- suhu
-
ph
-
efek
garam
-
kompleksasi
-
derajat
supersaturasi
-
sifat
pelarut
(Husein H. Bahti. 1998. Teknik Pemisahan Kimia
dan Fisaka)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar